Setetes Kasih untuk Mereka yang Terlupakan: Program Bantuan BWS untuk Anak Yatim & Anak Berkebutuhan Khusus – Mulai September 2025
Di pelosok-pelosok Natuna, masih banyak anak-anak yang menjalani hari tanpa pelukan seorang ayah. Ada pula anak-anak istimewa—yang terlahir dengan keterbatasan fisik maupun mental—yang membutuhkan lebih dari sekadar perhatian biasa. Mereka hidup dalam kesunyian, dalam kesederhanaan yang tak selalu layak, namun tetap kuat, tetap tersenyum, dan tetap berharap.
Saya, Bang Wan Safri (BWS), tidak ingin hanya menjadi penonton dari kisah-kisah penuh perjuangan ini. Maka, dengan segala keterbatasan tapi niat yang besar, saya memutuskan untuk hadir, menjadi “bapak” bagi anak-anak yatim dan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di Natuna—yang selama ini mungkin terabaikan.
Mulai September 2025, saya menjalankan Program Bantuan Bulanan untuk Anak Yatim dan Anak Berkebutuhan Khusus, yang akan berlangsung selama 6 bulan, menjangkau empat wilayah utama:
- Pulau Seluan
- Pulau Laut
- Sedanau
- Pulau Tiga
Setiap bulan, sebanyak 50 anak terpilih akan menerima bantuan sebesar Rp 300.000, yang akan disalurkan dalam bentuk:

- Uang tunai,
- Kebutuhan sekolah atau perlengkapan pendukung terapi, atau
- Transfer ke rekening keluarga,
serta dapat disalurkan melalui Komunitas GPN (Gerakan Pemuda Natuna) maupun Yayasan Natuna Pulau Tujuh, dua lembaga yang telah aktif di tengah masyarakat dan siap menjangkau anak-anak di lapangan secara langsung.
Untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, tim kami akan melakukan survei langsung ke rumah-rumah anak calon penerima. Kami akan memprioritaskan:
- Anak-anak yatim yang belum memiliki ayah baru,
- Anak-anak dengan kebutuhan khusus,
- Dan keluarga dengan kondisi ekonomi sangat terbatas.
Penyaluran akan dilakukan setiap tanggal 10, baik secara langsung, kolektif, melalui transfer, maupun melalui peran aktif GPN dan Yayasan Natuna Pulau Tujuh, bergantung pada kondisi lapangan dan kenyamanan keluarga penerima.
Karena keterbatasan kuota, program ini dijalankan dengan sistem bergiliran. Anak-anak yang belum menerima bulan ini akan diusahakan mendapat giliran di bulan berikutnya. Begitu pula sebaliknya, demi pemerataan dan keadilan sosial.
Saya tahu, Rp 300.000 bukan angka besar di mata dunia, tapi saya yakin—jika disalurkan dengan cinta dan keikhlasan, nilainya tak ternilai. Ini bukan hanya tentang uang, tapi tentang harapan, pengakuan, dan penguatan bagi mereka yang sering dilupakan.
Program ini bukan tentang saya, tapi tentang kita semua yang peduli.
Saya percaya: ketika kita hadir dengan hati, kita bisa menjadi cahaya di tengah gelap.
Kita bisa menjadi “bapak” bagi mereka yang kehilangan, dan menjadi suara bagi mereka yang belum bisa bersuara.
Mari bersama menyalakan harapan.
– Bang Wan Safri (BWS)



Tinggalkan Balasan