Seminggu lalu, di hadapan para pemuda yang akan bergabung dalam Gerakan Pemuda Natuna, saya mencuri waktu sekedar menyampaikan “prospek” Natuna dalam lima atau sepuluh tahun lagi. Ya, tentu saja rada-rada provokatif gitulah 😀.

Hanya sedikit kok! Tentang KEK pasir kuarsa yang akan berdampak positif maupun bisa juga negatif. Tentu saja investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik lapangan kerja maupun tenaga kerjanya. Lapangan dan tenaga bisa saja terpisah. Seperti juga berapa banyak penonton di lapangan bola yang pemainnya orang asing semua. Ga bahaya ta? Sampai-sampai saya bilang, di tiktok sudah ada anak Natuna yang mengeluh karena mereka hanyalah tukang sekop pasir. Eh tong, negara China kalau inves, tukang cuci toilet pun bisa dibawanya. Jadi dilematis juga kan, kalau terlalu gengsi? Oh, nak marah ya? Kena jual!

Masalah agraria mungkin relatif tidak jadi ancaman bagi masyarakat tempatan, dimana umumnya tanah-tanah mereka sudah bersertifikat hak milik. Namun perlu juga mereka perhitungkan nilai bisnisnya, ketika tanah yang berpasir kuarsa akan dijual ke investor. Kopdes Merah Putih juga sedang booming di meja kopi disana. Kan bisa kelola tambang? 😀😀 Di sebuah desa yang saya kunjungi, warganya pada mikir mau buat apa dari anggaran 3 miliar. Kalau barang itu cair, hantam saja dulu wak!

Batam sudah penuh bro! Bisa saja sewaktu-waktu ada perpindahan massal ke Natuna, yang letaknya lebih terdepan. China tinggal tembak lurus. Provinsi Natuna-Anambas yang segera lahir, bisa menghasilkan perubahan signifikan, yang harus disiasati sejak dini para anak Natuna. Tidak mustahil nanti ada kawasan ini itu. Ya itu tergantung kesiapan korang, kalau saya sendiri mungkin nanti sudah “mampus”. Sempat juga cerita soal klaim saya yang bisa dibilang termasuk budak sinun juga.

Raja Ampat bagaimana? Natuna dan Anambas punya banyak pulau untuk dirajakan. Tinggal pilih, nak jadi raja di kampung sendiri, atau nak jadi hulubalang saja. Eh, apa yang kau merepek ni? Dodol!

Lebih kurangnya segitu dululah. Kalau stok migas Natuna-Anambas, biarlah orang pusat yang cerita. Tapi soal garis pantai, anak Natuna yang harus bikin berita. Buatlah dulu apa-apa yang patut dan tak menguras duit sangat. Sebab tahun-tahun ini proposal akan jadi benda bersejarah di musium pemerintah. 😀😀 #sokpaten

Category
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar pengunjung dapat diperiksa melalui layanan deteksi spam otomatis.

id_IDID